Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Lima Pengurus Kopdes Merah Putih Kamatubun Mundur Serentak, Soroti Minimnya Transparansi dan Lokasi Pembangunan

294
×

Lima Pengurus Kopdes Merah Putih Kamatubun Mundur Serentak, Soroti Minimnya Transparansi dan Lokasi Pembangunan

Sebarkan artikel ini

Saumlaki Three Fakta News-Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Desa Kamatubun menghadapi krisis kepengurusan setelah lima pengurusnya secara serentak mengundurkan diri pada Senin (1/6/2026).

Pengunduran diri tersebut dipicu oleh persoalan koordinasi, komunikasi, dan pengambilan keputusan yang dinilai tidak melibatkan pengurus secara memadai dalam menentukan arah pembangunan koperasi.

Example 300x600

Keputusan itu dituangkan dalam pernyataan resmi yang ditandatangani seluruh pengurus, termasuk Ketua Kopdes Merah Putih Desa Kamatubun, Justen Utuwaly.

Para pengurus menilai hubungan koordinasi antara pemerintah desa dan pengurus koperasi tidak berjalan optimal. Akibatnya, sejumlah keputusan strategis yang berkaitan langsung dengan masa depan koperasi dan kepentingan masyarakat disebut tidak dibahas secara terbuka bersama pengurus.

Sorotan utama diarahkan pada penetapan lokasi pembangunan koperasi yang dinilai jauh dari pusat aktivitas warga dan berpotensi memengaruhi keberlangsungan usaha koperasi dalam jangka panjang.

“Kami menilai lokasi yang dipilih kurang strategis dan berpotensi mempengaruhi perkembangan usaha koperasi di masa mendatang. Koperasi seharusnya berada di tempat yang mudah dijangkau masyarakat agar dapat mendorong aktivitas ekonomi dan meningkatkan pendapatan koperasi,” tegas Justen Utuwaly.

Menurut Justen, lokasi bukan sekadar persoalan teknis pembangunan, melainkan faktor penting yang menentukan akses masyarakat, perputaran ekonomi, dan tingkat pemanfaatan layanan koperasi.

Karena itu, ia mempertanyakan penggunaan lahan yang dipilih, terlebih proses asistensi telah dilakukan dan dukungan anggaran pembangunan telah tersedia.

“Dengan adanya dukungan anggaran, semestinya tersedia ruang untuk mempertimbangkan lokasi yang lebih layak dan lebih bermanfaat bagi masyarakat Desa Kamatubun,” ujarnya.

Lebih jauh, para pengurus berpandangan bahwa keberhasilan koperasi tidak hanya ditentukan oleh berdirinya bangunan fisik. Keberhasilan juga bergantung pada ketepatan lokasi, kualitas pengelolaan, dan tingkat kepercayaan masyarakat sebagai pemilik sekaligus pengguna utama koperasi.

Meski memilih mundur, mereka menegaskan langkah tersebut bukan bentuk penolakan terhadap program pembangunan desa maupun keberadaan Koperasi Merah Putih.

“Pengunduran diri ini merupakan bentuk tanggung jawab moral agar setiap kebijakan pembangunan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat dan keberlanjutan ekonomi desa dalam jangka panjang,” tulis para pengurus dalam pernyataan mereka.

Selanjutnya, mereka meminta pemerintah desa menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat transparansi, partisipasi publik, dan tata kelola pembangunan yang lebih akuntabel.

Di sisi lain, hingga berita ini diturunkan belum diperoleh keterangan resmi dari Pemerintah Desa Kamatubun terkait pengunduran diri seluruh pengurus koperasi tersebut. Ruang klarifikasi dan hak jawab tetap terbuka sesuai prinsip keberimbangan dan Kode Etik Jurnalistik.

Mundurnya seluruh pengurus menjadi perhatian serius karena berpotensi memengaruhi keberlangsungan program Koperasi Merah Putih yang dirancang sebagai instrumen penguatan ekonomi desa.

Keputusan lanjutan dari pemerintah desa dan pihak terkait kini menjadi faktor penting untuk memastikan program tersebut tetap berjalan dan tidak menghambat harapan masyarakat terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi di Desa Kamatubun.*/Petu

Example 300250
Example 120x600
Berita

SALAM HORMAT MEDIA THREE FAKTA NEWS, ATAS NAMA…

error: Content is protected !!