Lebak Three Fakta News-Umat Lingkungan Santo Yosep, Stasi Santo Laurensius Parung Panjang, Paroki Santa Maria Tak Bernoda Rangkasbitung, turut ambil bagian dalam rangkaian Doa dan Misa Penutupan Bulan Maria yang berlangsung di Goa Maria Bukit Kanada, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Sabtu (31/5/2025).
Perayaan yang berlangsung meriah dan penuh khidmat itu dipimpin oleh Uskup Suffragan Keuskupan Bogor, Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM. Ribuan umat Katolik dari berbagai daerah, termasuk Banten, Jakarta, dan Bogor, memadati kawasan ziarah untuk mengikuti perayaan yang mengusung tema “Bunda Maria Mengunjungi Saudaranya.”
Kehadiran umat Lingkungan Santo Yosep menjadi bagian dari semangat kebersamaan dalam mengakhiri Bulan Rosario yang selama Mei diisi dengan berbagai kegiatan doa dan devosi kepada Bunda Maria. Suasana kekeluargaan dan persaudaraan tampak mewarnai seluruh rangkaian kegiatan sejak awal hingga akhir perayaan.
Dalam homilinya, Mgr. Paskalis mengajak umat untuk memuliakan Tuhan melalui ziarah dan devosi kepada Bunda Maria. Ia menegaskan bahwa setiap umat dipanggil untuk membawa damai dan kasih Kristus ke tengah keluarga maupun lingkungan tempat tinggalnya.
“Jiwaku memuliakan Tuhan. Kita datang dari berbagai daerah untuk memuliakan Tuhan, dan pulang membawa damai ke rumah masing-masing,” ujar Mgr. Paskalis di hadapan umat yang memadati area Goa Maria Bukit Kanada.
Uskup juga menekankan pentingnya hidup berdampingan dalam damai serta menjaga kekuatan doa, khususnya melalui Doa Salam Maria. Menurutnya, devosi kepada Bunda Maria merupakan jalan yang menuntun umat semakin dekat kepada Kristus.
“Bunda Maria telah diserahkan oleh Yesus sebagai Ibu kita semua. Selama kita berdevosi kepada Bunda Maria, hidup kita akan terus bertumbuh subur. Bersama Bunda Maria, kita akan sampai kepada Kristus,” tuturnya.
Selain mengajak umat memperdalam kehidupan doa, Mgr. Paskalis juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan Tahun Yubelium sebagai momentum ziarah rohani dan pembaruan iman.
Bagi umat Lingkungan Santo Yosep, keikutsertaan dalam perayaan ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada Bunda Maria, tetapi juga kesempatan mempererat persaudaraan dan memperkuat kehidupan menggereja. Kebersamaan yang terbangun selama kegiatan mencerminkan semangat umat untuk terus bertumbuh dalam iman dan pelayanan.
Hingga misa dan homili berakhir, arus kedatangan umat masih terus terlihat. Antusiasme tersebut menjadi gambaran kuatnya semangat devosi umat Katolik kepada Bunda Maria sekaligus menegaskan Goa Maria Bukit Kanada sebagai salah satu pusat ziarah rohani yang terus menarik perhatian umat dari berbagai daerah.*/PTS

















