Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Nasional

Tito Karnavian: IPDN Jadi Kunci Profesionalisme ASN, Perkuat Ketahanan Negara dan Reformasi Birokrasi

44
×

Tito Karnavian: IPDN Jadi Kunci Profesionalisme ASN, Perkuat Ketahanan Negara dan Reformasi Birokrasi

Sebarkan artikel ini

Sumedang Three Fakta News-Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyebut Institut Pemerintahan Dalam Negeri bukan sekadar lembaga pendidikan kedinasan, melainkan pilar strategis yang menopang profesionalisme aparatur sipil negara (ASN) sekaligus memperkuat ketahanan negara melalui tata kelola pemerintahan yang efektif, disiplin, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Pernyataan itu disampaikan Tito di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Jumat (29/5/2026), saat menyoroti pentingnya kualitas birokrasi dalam menjaga keberlangsungan negara dan memastikan pelayanan publik berjalan optimal.

Example 300x600

Menurut Tito, berbagai catatan sejarah menunjukkan bahwa negara atau kerajaan yang mampu bertahan dalam jangka panjang selalu ditopang oleh fondasi kelembagaan yang kuat, termasuk aparatur pemerintahan yang profesional dan mampu menjalankan administrasi negara secara efektif.

“Di dalam empire atau negara yang bertahan di atas 200 tahun selalu ditemukan tiga unsur yang ada, yaitu tentara yang kuat, aparatur kepolisian dan intelijen yang kuat, serta aparatur sipil pemerintahan yang profesional yang dapat menjalankan administrasi negara secara efektif dan efisien,” ujar Tito.

Pernyataan tersebut menempatkan birokrasi sebagai salah satu fondasi utama ketahanan negara. Aparatur yang kompeten dinilai berperan penting dalam menjaga stabilitas pemerintahan, mempercepat pembangunan, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap negara.

Dalam konteks Indonesia, peran tersebut semakin strategis. Dari sekitar 4,7 juta ASN yang tersebar di seluruh Indonesia, lulusan IPDN menjadi salah satu kekuatan utama birokrasi, terutama dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Karena itu, kata Tito, sistem pendidikan di IPDN tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu pemerintahan. Kampus kedinasan tersebut juga membentuk karakter, disiplin, integritas, ketahanan mental, dan loyalitas sebagai bekal utama dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

Model pendidikan tersebut membuat lulusan IPDN banyak dibutuhkan pemerintah daerah untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat, serta mendukung agenda reformasi birokrasi.

Selain pendidikan formal, IPDN kini terus dikembangkan sebagai pusat pengembangan kapasitas ASN nasional. Berbagai program pelatihan vokasional diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi aparatur di berbagai jenjang pemerintahan.

Program tersebut tidak hanya menyasar ASN daerah, tetapi juga kepala desa dan anggota DPRD. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kualitas kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan hingga ke tingkat paling dekat dengan masyarakat.

Di sisi lain, Tito menandaskan bahwa Kementerian Dalam Negeri bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan terus memperluas investasi sumber daya manusia melalui program beasiswa luar negeri bagi lulusan IPDN.

Upaya tersebut diperkuat dengan penambahan kurikulum bahasa Inggris serta pelatihan intensif menghadapi tes internasional seperti IELTS dan TOEFL. Tujuannya adalah mencetak aparatur pemerintahan yang mampu bersaing di tingkat global tanpa meninggalkan pemahaman terhadap kebutuhan masyarakat di daerah.

Bagi publik, peningkatan kualitas ASN bukan sekadar agenda internal pemerintah. Profesionalisme birokrasi berpengaruh langsung terhadap kualitas pelayanan publik, percepatan pembangunan, efektivitas kebijakan, serta kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Di tengah tuntutan reformasi birokrasi yang semakin kompleks, investasi pada kualitas aparatur menjadi salah satu langkah strategis untuk mewujudkan pemerintahan yang profesional, akuntabel, adaptif, dan berdaya saing.*/Petu

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!