Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Pemerintahan

Wabup Banggai: Pancasila Merupakan Jangkar Moral Menghadapi Turbulensi Global

28
×

Wabup Banggai: Pancasila Merupakan Jangkar Moral Menghadapi Turbulensi Global

Sebarkan artikel ini

Banggai Three Fakta News-Wakil Bupati (Wabup) Banggai, H. Furqanuddin Masulili bertindak sebagai inspektur upacara (irup), pada peringatan Hari Lahir Pancasila dengan menggelar upacara bendera, Senin (1/6/2026), di halaman Kantor Bupati Banggai, Bukit Halimun, Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Senin (1/6/2026),

Dalam sambutannya, Wabup Banggai membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI Yudian Wahyudi menyampaikan, bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi.

Example 300x600

Ia menjelaskan, kegiatan yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, menegaskan Pancasila adalah jangkar moral dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik.

“Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan,” kata Wabup.

Menurutnya, Pancasila juga menjadi fondasi dari kebijakan luar negeri yang bebas aktif. Olehnya, nilai musyawarah dan mufakat yang dianut adalah instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik.

“Untuk itu Indonesia berperan dalam memediasi konflik regional dan konsisten menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah sebagai ejawantah dari sila kedua Pancasila yaitu, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Wabub mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology).

“Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah,” pesannya.

Wabup menuturkan, Kepala BPIP RI, juga mengajak para menteri dan kepala daerah untuk memastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan pada keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan rakyat merasa ditinggalkan.

“Mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan kita. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya,” tutup Wabup mengakhiri amanat Kepala BPIP RI.*

(Sumber Tim Liputan DKISP Kabupaten Banggai)

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!