Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
TNI POLRI

Irwasda Polda Sulteng Tegaskan Komitmen Penguatan Serta Pengawasan Internal

73
×

Irwasda Polda Sulteng Tegaskan Komitmen Penguatan Serta Pengawasan Internal

Share this article

Palu Three Fakta News-Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) Kombes Pol Purwanto Puji Sutan menegaskan, pihaknya berkomitmen dalam menjaga profesionalisme dan integritas institusi Polri melalui penguatan pengawasan internal.

Hal itu disampaikan Irwasda saat kegiatan Podcast Presisi Polda Sulteng yang mengusung tema “Polisi Mengawasi Polisi”, diruang Podcast Presisi Polda Sulteng, Rabu (6/5/2026).

Example 300x600

Menurutnya, bahwa pihaknya memiliki peran strategis dalam memastikan seluruh pelaksanaan tugas kepolisian berjalan sesuai aturan dan bebas dari penyimpangan.

“Tugas utama Itwasda adalah melaksanakan pengawasan internal melalui audit, reviu, evaluasi, maupun pemantauan,” ujarnya.

Tujuannya kata dia, agar pelaksanaan tugas berjalan efektif, efisien, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Olehnya, pengawasan internal merupakan pilar penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Tanpa pengawasan yang kuat, potensi penyimpangan akan sulit dikendalikan.

“Pengawasan adalah kunci agar institusi tetap berada di jalur profesional dan dapat dipertanggungjawabkan,” terangnya.

Dalam mengusung konsep Polisi Mengawasi Polisi lanjutnya, ia memastikan proses pengawasan dilakukan secara objektif dan transparan. Setiap pemeriksaan dilakukan berdasarkan data, fakta, dan aturan yang berlaku, serta melalui mekanisme berjenjang.

“Kami pastikan tidak ada ruang untuk subjektivitas atau tebang pilih dalam pengawasan,” tegasnya.

Irwasda menyebut, terkait laporan masyarakat, pihaknya menjamin setiap aduan akan ditindaklanjuti secara serius. Prosesnya dimulai dari registrasi, verifikasi, hingga pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan adanya kepastian penanganan. Independensi pengawasan juga menjadi perhatian utama. 

Ia menjelaskan sistem pengawasan berlapis serta penerapan kode etik menjadi landasan dalam menjaga objektivitas. Dalam praktiknya, terdapat tantangan, terutama dalam menjaga keseimbangan antara penegakan aturan dan soliditas internal. Namun demikian bahwa prinsip keadilan tetap menjadi prioritas utama.

Dari sisi transparansi sambungnya, hasil pengawasan pada prinsipnya terbuka sesuai ketentuan yang berlaku, dengan tetap memperhatikan aspek hukum dan kerahasiaan. Maka dalam menjalankan tugasnya, pihaknya bersinergi dengan fungsi lain seperti Bidpropam Polda Sulteng.

“Keduanya saling melengkapi dalam mengawasi kinerja serta menegakkan disiplin dan kode etik anggota,” imbuhnya.

Irwasda menuturkan, untuk meningkatkan kepercayaan publik, pihaknya terus memperkuat sistem pengawasan, meningkatkan transparansi, serta memastikan setiap pelanggaran ditindak secara tegas dan konsisten. Selain itu, Irwasda mengembangkan inovasi berupa sistem pengawasan berbasis digital guna meningkatkan kecepatan dan akurasi dalam mendeteksi potensi penyimpangan.

Maka dari itu, setiap kasus yang terjadi dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan sistem ke depan, sehingga tidak terjadi pengulangan. Sehingga pentingnya membangun budaya integritas di lingkungan internal Polri, yang harus dimulai dari pimpinan dan diterapkan secara berkelanjutan.

“Kami ingin pengawasan menjadi bagian dari budaya kerja, bukan sekadar formalitas,” tandasya.

Pada kesempatan itu, Irwasda mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pengawasan dengan tidak ragu melaporkan jika menemukan pelanggaran oleh oknum anggota Polri. Laporan masyarakat adalah bagian penting dari kontrol sosial untuk mewujudkan Polri yang lebih baik.*/PAR

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!