Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
TNI POLRI

Polda Sulteng Gelar Simulasi Bencana Alam dan Pelayanan Unras

204
×

Polda Sulteng Gelar Simulasi Bencana Alam dan Pelayanan Unras

Share this article

Palu Three Fakta News-Aparat Polda Sulawesi Tengah (Sulteng), menggelar simulasi penanggulangan bencana alam dan pelayanan aksi unjuk rasa (unras), untuk meningkatkan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi bencana maupun dinamika sosial, di Mapolda Sulteng, Kamis (11/12/2025). 

Simulasi terpadu tersebut disaksikan langsung Wakapolda Brigjen Pol Dr. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, dan sejumlah unsur Forkopimda bersama pejabat utama Polda Sulteng, untuk memonitor jalannya latihan yang dirancang menyerupai kondisi nyata di lapangan.

Example 300x600

Sebanyak 597 personel dikerahkan dalam latihan tersebut, yang berasal dari Satbrimob, Ditsamapta, Ditlantas, personel staf, hingga Polresta Palu, aparat kepolisian, unsur TNI, BMKG, BPBD, Basarnas, Dinkes, Damkar, PMI, Satpol PP, Dishub, dan berbagai elemen pemerintah daerah juga dilibatkan.

Para peserta menjalankan berbagai skenario penanganan darurat, mulai dari proses evakuasi korban, pemberian layanan medis, rekayasa lalu lintas, hingga pengamanan situasi saat terjadi aksi unjuk rasa. Kolaborasi lintas sektor disebut menjadi kunci dalam memastikan respons cepat di setiap kondisi kritis.

Dalam amanatnya Wakapolda Sulteng menegaskan, pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi ancaman di wilayah Sulteng. Daerah ini memiliki kerawanan bencana dan dinamika sosial yang membutuhkan respons terencana, cepat, serta terintegrasi antarinstansi.

Tujuan latihan tersebut kata Helmi, bukan hanya seremoni, tetapi sarana evaluasi untuk memastikan mekanisme komando, alur komunikasi, dan prosedur penanganan darurat berjalan efektif. Seluruh peserta diminta mengikuti rangkaian latihan secara serius dan disiplin.

“Saya berharap latihan ini mampu meningkatkan kemampuan personel, kesiapan peralatan, hingga sistem deteksi dini terhadap potensi bencana maupun konflik sosial,” kata Helmi. 

Menurutnya, Sulteng memiliki riwayat terjadinya penjarahan pascabencana sehingga antisipasi harus terus diperkuat. Selain itu, Ia juga turut menyampaikan dukungan moril kepada korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Untuk saudara-saudara kita yang terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, tetap kuat dan solid, warga Sulteng selalu ada untuk kalian,” tandas Helmi.*/PAR

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!