Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Satgas Pangan Touna Pantau Stabilitas Harga Sembako Jelang Ramadhan

102
×

Satgas Pangan Touna Pantau Stabilitas Harga Sembako Jelang Ramadhan

Share this article

Touna Three Fakta New-Satuan Tugas (Satgas) Badan Pangan Nasional Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), melalui Dinas Perdagangan, Bulog, serta Unit Tipidter Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Touna, melakukan penagawasan dan pemantauan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2026, di sejumlah titik strategis di Touna, Jumat (20/2/2026).

Tim bergerak menyisir Pasar Rakyat Ampana hingga empat gudang distributor besar di wilayah Touna. Langkah tersebut diambil untuk mendeteksi dini adanya potensi penimbunan maupun lonjakan harga yang tidak wajar di tengah masyarakat.

Example 300x600

Kanit Tipidter Satreskrim Polres Touna, Bripka Budiman mengatakan, berdasarkan hasil pantauan di lapangan, ditemukan adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas seperti cabai rawit merah, telur ayam, dan Minyakita yang saat ini masih terpantau di atas Harga Acuan Penjualan (HAP).

Menurutnya, fenomena kenaikan harga cabai rawit dipicu oleh faktor alam. Kemarau yang berkepanjangan mengakibatkan stok lokal tidak mencukupi kebutuhan pasar. 

“Dampaknya, para pedagang terpaksa mengambil pasokan dari luar daerah untuk menutupi kekurangan tersebut,” kata Budiman.

Ia menjelaskan, hal serupa terjadi pada komoditas bawang-bawangan, karena minimnya stok lokal membuat pedagang mendatangkan barang dari Sulawesi Selatan, yang secara otomatis menambah beban biaya pengadaan.

Selain faktor cuaca kata dia, masalah logistik menjadi sorotan utama kepolisian, terutama terkait harga Minyakita yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Karena belum adanya gudang Bulog di wilayah Touna menjadi kendala klasik yang membebani pedagang.

“Pedagang harus mengambil stok minyak langsung ke gudang Bulog di Kabupaten Poso,” ujarnya. 

Ia menyebut, akibat jarak tempuh yang jauh sehingga menimbulkan ongkos kirim tambahan yang akhirnya dibebankan pada harga jual ke konsumen.

Menanggapi temuan tersebut lanjutnya, pihak Bulog berencana membangun gudang di Touna guna memangkas jalur distribusi. Para pedagang mulai diarahkan untuk mendaftar sebagai Rumah Pangan Kita (RPK) agar akses terhadap komoditas bersubsidi lebih mudah dan murah.

Unit Tipidter Polres Tojo Una Una bersama Satgas Pangan berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan rutin secara berkelanjutan.

“Kami akan terus memantau pergerakan harga dan mutu pangan di hari-hari mendatang. Tujuannya untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan dengan harga yang wajar dan kualitas yang terjamin menjelang hari raya,” tandas Budiman.*/PAR

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!