Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Pendidikan

Dobrak Isolasi Geografis, Kemendikdasmen Percepat Digitalisasi Pendidikan di Teluk Bintuni

24
×

Dobrak Isolasi Geografis, Kemendikdasmen Percepat Digitalisasi Pendidikan di Teluk Bintuni

Sebarkan artikel ini

Papua Barat Three Fakta News –Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mempercepat transformasi pendidikan nasional dengan memperluas digitalisasi pembelajaran hingga ke wilayah terluar dan terpencil.

Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian besar melalui penyaluran perangkat pembelajaran digital dalam skala masif.

Example 300x600

Komitmen tersebut ditegaskan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, saat melakukan kunjungan kerja ke Teluk Bintuni, Jumat (29/5).

Program ini merupakan implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 yang menempatkan digitalisasi pembelajaran sebagai salah satu strategi utama untuk meningkatkan mutu pendidikan sekaligus mengurangi kesenjangan akses belajar antardaerah.

Dalam pelaksanaannya, Kemendikdasmen menyalurkan perangkat pembelajaran digital berupa Interactive Flat Panel (IFP), laptop, dan media penyimpanan konten pembelajaran kepada sekolah-sekolah di Teluk Bintuni.

Sebanyak 167 satuan pendidikan telah menerima bantuan IFP sepanjang tahun 2025. Rinciannya meliputi 85 SD, 36 SMP, 27 PAUD, 18 SMA, dan 1 SMK. Jumlah tersebut menjadikan Teluk Bintuni sebagai salah satu penerima program digitalisasi pendidikan terbesar di Papua Barat.

Menurut Abdul Mu’ti, kehadiran teknologi pembelajaran menjadi instrumen penting untuk menembus hambatan geografis yang selama ini membatasi akses terhadap pendidikan berkualitas.

“Tahun lalu, program digitalisasi pendidikan dilakukan melalui bantuan satu perangkat IFP untuk setiap satuan pendidikan. Insyaallah pada tahun 2026, setiap sekolah akan mendapatkan tambahan tiga IFP sehingga masing-masing sekolah nantinya memiliki total empat perangkat pendukung pembelajaran digital,” ujarnya.

Kabar tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada distribusi perangkat, tetapi juga memastikan keberlanjutan transformasi digital di lingkungan sekolah.

Selain penambahan IFP, Kemendikdasmen juga menyiapkan dukungan komprehensif berupa pelatihan guru, penyediaan laptop, paket pembelajaran digital, hingga penguatan infrastruktur pendukung agar pemanfaatan teknologi dapat berjalan optimal.

Untuk mengatasi kendala kelistrikan yang kerap menjadi tantangan di daerah, Kemendikdasmen menggandeng pln.co.id dalam program penambahan daya listrik sekolah secara gratis.

“Langkah strategis ini dilakukan agar sekolah-sekolah di daerah dapat memanfaatkan teknologi pembelajaran secara maksimal tanpa terkendala keterbatasan infrastruktur dasar,” kata Abdul Mu’ti.

Pemerintah juga menaruh perhatian besar pada kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM). Melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Papua Barat, program pengimbasan berupa sosialisasi, mentoring, dan coaching diberikan kepada sekolah penerima bantuan.

Sepanjang 2025, sebanyak 20 satuan pendidikan di Teluk Bintuni mendapat pendampingan intensif yang terdiri atas lima PAUD, lima SD, lima SMP, dan lima SMA. Program tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas guru dan kepala sekolah dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran.

Pendampingan berkelanjutan juga dilakukan melalui mentor daerah yang bertugas memastikan perangkat digital tidak sekadar menjadi fasilitas tambahan, tetapi benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas belajar mengajar di ruang kelas.

Sementara itu, Bupati Yohanis Manimbuy menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap kemajuan pendidikan di wilayahnya. Menurutnya, bantuan perangkat digital telah membuka peluang baru bagi sekolah untuk menghadirkan proses pembelajaran yang lebih interaktif, modern, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Menurutnya, Digitalisasi pendidikan di Teluk Bintuni menjadi lebih dari sekadar distribusi perangkat teknologi. Program tersebut, merupakan upaya strategis negara untuk memastikan anak-anak Papua memperoleh kesempatan belajar yang setara dengan peserta didik di daerah lain di Indonesia.*/Petu

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!