Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
TNI POLRI

Tim Gabungan Razia Lapas Kelas III Parigi 

97
×

Tim Gabungan Razia Lapas Kelas III Parigi 

Sebarkan artikel ini

Parimo Three Fakta News-Tim gabungan Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah (Sulteng) bersama personel Polsek Parigi dan petugas Lapas Kelas III Parigi menggelar sidak dan razia besar-besaran di seluruh blok hunian warga binaan, di Lapas Kelas III Parigi, Desa Olaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Provinsi Sulteng, Sabtu (23/5/2026) malam. 

Kegiatan yang dipimpin langsung jajaran Kanwil Ditjenpas Sulteng, Maulana Luthfiyanto, A.Md.IP., SH., tersebut, sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan pemberantasan peredaran handphone, narkoba, serta barang terlarang lainnya di dalam lapas.

Example 300x600

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemeriksaan badan, barang pribadi, hingga sudut kamar hunian warga binaan. Selain itu, petugas juga melaksanakan tes urine terhadap puluhan warga binaan sebagai bagian dari upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di dalam lapas.

Dari hasil tes urine terhadap 63 warga binaan, sebanyak 12 orang dinyatakan positif narkoba, sementara 51 lainnya negatif. Petugas juga menemukan sejumlah barang terlarang dan benda berpotensi membahayakan, di antaranya 7 unit handphone, 3 powerbank, charger, alat isap vape, senjata tajam rakitan, hingga berbagai benda logam dan kaca yang disita untuk kepentingan pengamanan. Saat ini, jumlah penghuni Lapas Kelas III Parigi tercatat mencapai 374 orang yang terdiri dari 253 narapidana dan 121 tahanan.

Kasi Humas Polres Parimo, IPTU Arbit mengatakan, bahwa keterlibatan Polri dalam pengamanan razia gabungan tersebut merupakan bentuk komitmen dalam mendukung program nasional pemberantasan narkoba dan praktik ilegal di dalam lapas.

“Sinergitas antara Polri, pihak Lapas, dan Kanwil Ditjenpas menjadi langkah penting dalam menciptakan situasi lapas yang aman dan bersih dari peredaran narkoba maupun penggunaan alat komunikasi ilegal,” kata Arbit.

Menurutnya, hasil razia tersebut akan menjadi bahan evaluasi bersama untuk memperkuat pengawasan ke depan. Olehnya, pihaknya akan terus meningkatkan koordinasi dan pengawasan guna menutup celah masuknya barang-barang terlarang ke lingkungan lapas.

“Kami mendukung penuh pelaksanaan sidak secara rutin dan berkelanjutan. Bagi warga binaan yang terindikasi positif narkoba akan dilakukan pendalaman lebih lanjut guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan peredaran narkoba di dalam lapas,” tandas Arbit.*/PAR

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!