Poso Three Fakta News-Akibat Rusaknya Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Lawanga, Kecamatan Poso Kota Utara, Kabupaten Poso, yang merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng), sontak viral di media sosial (medsos) facebook.
Masyarakat setempat terpaksa melakukan perbaikan jalan tersebut dengan cara swadaya yaitu meminta sebagian sumbangan dari pengguna jalan, demi memperbaiki jalan itu.
Terlihat video viral dengan durasi 16 detik tersebut, warga berbondong-bondong memperbaiki jalan dengan swadaya dan dana seadanya, para ibu-ibu meminta bantuan sumbangan dari pengendara pengguna jalan yang melintas.
Hasilnya, sebagian jalan tersebut, sudah diperbaiki warga setempat dengan dana ala kadarnya, agar para kendaran yang melintas bisa melintas, dengan pelan-pelan.
Salah satu warga inisial AL melalui sambungan telepon seluler, Minggu (8/2/2026) mengatakan, pengaspalan Jalan Suprapto sampai Jalan Umanasoli, Kelurahan Lawanga, Kecamatan Poso Kota Utara, Kabupaten Poso terakhir tahun 1999. Artinya jalan ini, sudah 26 tahun tidak pernah diperbaiki.
“Memang ini jalan merupakan kewenangan Pemprov Sulteng, namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Poso dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tidak ada pergerakannya untuk melaporkannya ke pihak Provinsi,” kata AL.
Menurutnya, seharusnya Pemkab Poso harus peka terhadap kebutuhan rakyatnya, namun lain hal dengan Pemekab Poso yang dipimpin oleh Bupati Poso Verna Gladies Merry Inkiriwang ini kelihatan bobrok tidak ada kemajuan pembangunan Poso ini.
Ia menjelaskan, Kabupaten Poso ini seharusnya sudah bagus dengan anggaran yang pantastis dari Pemerintah Pusat, namun apa yang dilihat, Pemkab Poso hanya pencitraan saja di Medsos, pembangunannya tidak jelas, dan semakin tahun semakin hancur.
Selain itu kata dia, sampah berserakan dimana-mana, apabila kita melintas, bau sampah tersebut sangat menyengat hidung. Mungkin nantinya Poso ini lama-lama menjadi Kota Poso Sampah.
“Dulu Poso ini indah, bersih dan nyaman, tapi sejak kepemimpinan Bupati Poso Verna, Poso ini hancur dan mendapat juara III Kategori termiskin lagi di Sulteng,” ujarnya.
Sementara warga lainnya IL menyampaikan, jembatan ini pak bunyi-bunyi tengah malam kalau dilalului kendaraan, sehingga warga setempat mengambil inisiatif untuk memperbaiki jalan ini dengan cara swadaya yaitu dengan meminta sebagian sumbangan dari pengguna jalan yang melintas.
“Mungin karna ini bukan daerah pemenangan Bupati Poso Verna, sehingga jalan ini tidak pernah diperbaiki atau sengaja dibiarkan agar, kami sengsara di sini,” kata IL dengan nada kesal.
Ia menuturkan, walaupun jalan ini kewenangan Provinsi Sulteng seharusnya Bupati Poso dan DPRD ambil tindakan dong. Jangan diam saja di kursi empuknya itu, dengan duduk manis tidak memperhatikan rakyatnya yang sengsara karena jalan ini.
“Memang Pembangunan Poso sejak kepemimpinan Verna, Poso ini hancur semua, tidak ada perubahan. Bukan semakin baik, lihatlah pak, apa yang bisa diandalkan dari Pemerintahan sekarang, tidak ada pak, hanya janji-janji manis saja,” tandas IL.*/PAR
















