Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Pembangunan Proyek SPAM Anggaran Rp8 M di Desa Mpoa Touna Diduga Mark-Up

556
×

Pembangunan Proyek SPAM Anggaran Rp8 M di Desa Mpoa Touna Diduga Mark-Up

Share this article

Touna Three Fakta News-Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tahun anggaran 2024, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan anggaran 8 Miliar, yang berada di Desa Mpoa, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) diduga dibangun asal jadi dan pasirnya bercampur tanah yang diambil dari desa setempat.

Ironisnya saat mengerjakan pembangunan proyek SPAM tersebut tidak menggunakan papan proyek, bahkan pipa terpasang sebagian mengunakan pipa tipe HDP, E menuju kampung, dan pipa induk pada pembagian jalur air menggunakan pipa paralon biasa diduga tidak sesuai dengan spesifikasi (spek).

Example 300x600

Salah satu warga yang enggan namanya disebutkan, Sabtu (4/10/2025) mengatakan, saat mengerjakan pembangunan proyek tersebut tidak menggunakan papan proyek, dan menurut informasi bahwa yang mengerjakan proyek itu adalah salah satu kontraktor yang berada di Ampana diduga melakukan pekerjaan itu mark up.

“Saya heran pipa yang terpasang sebagian mengunakan pipa tipe HDP, E menuju kampung, dan pipa induk pada pembagian jalur air menggunakan pipa paralon biasa, ini dugaan saya tidak sesuai dengan spek” kata warga itu.

Menurutnya, pipa ukuran 4 Inch tersebut hanya diletakkan saja dipinggir sungai tidak pakai penyangga ataupun ditanam. Padahal anggarannya cukup pantastis Rp8 M, namun pembangunannya asal jadi. Tidak mungkin begini spek pembangunannya, itu pembangunan tidak masuk akal dan tidak layak alias asal jadi. 

Ia menjelaskan, seharusnya pipa tersebut harus ditanam atau di buat penyangganya beton kiri kanan agar pipa tersebut jangan picah dan cepat rusak. Namun pengerjaan proyek itu aneh, pipa hanya diletakkan begitu saja di pinggir sungai tanpa ada penyangganya.

“Saya menduga proyek ini dibangun asal jadi demi untuk meraup keuntungan besar antara kontraktor dan pihak-pihak lain,” ujarnya.

Selain itu kata dia, pasir yang digunakan untuk membangun proyek tersebut hanya diambil dari lokasi pekerjaan stempat dan itu ia lihat sendiri pasir yang digunakan itu bercampur tanah. Seharusnya pasir untuk membangun proyek itu dari Desa Bulan Jaya yang telah di uji melalui Laboratorium (Lab), namun pasirnya bercampur tanah hanya diambil dari dekat lokasi pekerjaan.

“Memang ada diambil sebagian pasirnya dari Desa Bulan Jaya, namun paling banyak digunakan pasir bercampur tanah dari lokasi pekerjaan dan itu saya lihat sendiri,” terangnya.

Ia menyebut, pembanguanan proyek SPAM tersebut tidak layak dan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditentukan. Pihak kontraktor mengerjakan proyok itu hanya mencari keuntungan besar dan tidak memikirkan kesejahteraan masyarakat desa Mpoa.

‘Saya menduga pekerjaan proyek itu ada kong kalikong antara pihak kontraktor dengan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Touna, untuk meraup untung besar,” imbuhnya.

Menurut informasi kata dia, saat pembangunan proyek itu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) nya Ramli Talib dari Dinas PUPR Kabupaten Touna. Sementara kontraktornya menurut keterangan dari salah satu pekerja namanya Fadly dari Ampana.

“Saya tidak kenal ini Fadly hanya katanya dia yang kerjakan itu proyek. Yang jelas mulai pekerjaan itu dikerjakan tidak ada papan proyeknya dan tidak tau CV atau PT apa yang mengerjakan,” ungkapnya.

Yang diragukan sambungnya, pipa air yang membentang di kuala itu. Apakah bisa dijamin oleh pihak kontraktor dan PUPR Touna terkait ketahanan pipa. Jika sewaktu-waktu air besar datang dan menghantam pipa itu, ia menduga pipa tersebut akan picah. Begaiman pertanggungjawaban kontraktor dan PUPR jika picah itu pipa air?.

Ia berharap kepada pihak Aparat Penegak Hukum (APH) Polda Sulteng, Kejaksaan Negeri (Kejari) Touna, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Sulteng, Badan Pengawasan dan Keuangan Pembangunan (BPKP), agar memeriksa pekerjan proyek tersebut yang diduga tidak sesuai dengan dengan spek.

Berdasarkan hal tersebut, Media ini berusaha menghubungi Kadis PUPR Touna Hamid Losadi yang menjabat saat itu ke nomor hanphone 0823 XXXX 24XX untuk melakukan konfirmasi Minggu (5/10/2025) pukul 20.29 Wita malam berdering namun tidak diangkat. Dikirim bukti foto dan video ke WhatsApp pribadinya terkait proyek tersebut tanda centang dua juga tidak dihiraukan sehingga berita ini di langsir.*/(Tim).

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!